Outcome, Antara Pikiran Sadar dan Bawah Sadar

between

Outcome, antara Pikiran Sadar dan Bawah Sadar

Pada awalnya saya berpikir dan berkeyakinan bahwa goal, outcome, dan keinginan seseorang terletak pada kesadarannya (consious). Sudut pandang berpikir inilah yang membuat saya keheranan dengan adanya orang yang tidak mengetahui goals mereka, adanya seseorang yang tidak mengetahui tujuan hidup mereka, adanya seseorang yang tidak tahu apa yang sebenarnya dia inginkan dalam hidup.

Lambat laun pemikiran tersebut mulai tergoyahkan, sesi-sesi coaching dan training yang saya lalui membuat saya mulai berpikir ulang atas keyakinan diatas. Dalam beberapa sesi coaching saya menemukan seseorang sulit menemukan apa yang betul-betul diinginkannya, ia sendiri tak tahu apa yang dituju, apa yang dinginkan, dalam hal ekstrim perlu 2-3 sesi coaching untuk memfasilitasi sahabat dengan model seperti ini. Menariknya kasus seperti ini tak hanya saya temukan satu atau dua kali, hanya sedikit sekali client dalam sesi coaching yang bisa menyatakan dengan jelas dan tepat outcomenya langsung diawal sesi. Perlu dilakukan eksplorasi mendalam dan creating awareness dalam dirinya untuk benar-benar memastikan apa sebenarnya outcome yang diinginkan. Menyikapi hal ini bisa kita lakukan dengan mengirimkan form Outcome dan refleksi berpikir terlebih dahulu kepada client sebelum dimulai sesi coaching.

Dalam pengalaman sesi training saya menemukan eksplorasi goal, tujuan hidup, dan keinginan hidup akan lebih mudah dilakukan dengan mengakses terlebih dahulu state lapang dan relaks. Ya jadi saya memfasilitasi para peserta untuk memunculkan tempat dimana mereka bisa lapang dan relaks berpikir, barulah setelah itu memikirkan goal, tujuan hidup, dan keinginan hidupnya 5 tahun mendatang. Tanpa mengakses state tersebut para peserta sulit untuk menemukan apa goal, tujuan hidup dan keinginannya untuk  5 tahun mendatang.

Michael Hall dalam salah satu modulnya meta coaching modul III “Coaching Mastery” menjabarkan bahwa struktur dasar sebuah sesi coaching adalah ; Introduction selama 2 sampai 3 menit, outcome 5 sampai dengan 60 menit, conversation 5 sampai dengan 60 menit, dan ending 3 sampai dengan 5 menit. Yang menarik adalah dalam alokasi untuk membahas outcome Micheal Hall menulis selain 5 sampai dengan 60 menit dalam kurung (what ever it takes) alias berapa lamapun waktu yang dibutuhkan. Secara tersirat menurut pemahaman saya penjelasan dalam kurung tersebut menggambarkan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk menggali outcome bisa lebih dari 60 menit dan juga menggambarkan betapa pentingnya menemukan outcome terlebih dahulu berapapun alokasi waktu yang dibutuhkan.

Apa iya mas selama itu menemukan goal, outcome, keinginan hidup seseorang ? Sederhananya mengucapkan apa yang diinginkan memang mudah hanya saja menemukan apa yang benar-benar diinginkan itu yang banyak tantangannya. Seringkali ditemukan apa yang diucap dan dicap sebagai keinginan oleh seseorang ternyata bukanlah hal yang benar-benar diinginkannya.

Dalam sebuah sesi coaching, saya pernah mendapati seorang client mengucapkan outcome nya adalah mengenali tujuan hidupnya, setelah mengeksplorasi lebih dalam dan membangkitakan awarenessnya ditemukanlah bahwa sesungguhnya ia sudah mengetahui tujuan hidupnya dan outcome sesungguhnya adalah meningkatkan kepercayaan dirinya untuk menggapai tujuan hidupnya. Pengalaman serupa juga terjadi kala seorang client mengatakan outcomenya adalah menemukan cara menabung dan setelah dieksplorasi lebih mendalam ternyata dia sudah tahu cara menabung dan yang dibutuhkannya adalah bagaimana mengendalikan pengeluaran belanja.

Dari sini saya mulai  berkesimpulan bahwa menemukan tujuan hidup, apa yang dinginkan dalam hidup butuh eksplorasi lebih mendalam dan peningkatan kesadaran diri dan juga kejujuran terhadap diri sendiri serta kenyamanan untuk mengungkap apa yang sesunggguhnya diinginkan. Dan saya pun mulai berpikir jangan-jangan outcome seseorang terletak dalam pikiran bawah sadarnya, sehingga memerlukan sebuah usaha untuk membawa outcome kepada kesadaran berpikir atau yang biasa kita kenal sebagai pikiran sadar, any way ini kesimpulan singkat saya loo, lum benar-benar diuji secara terukur.

So selamat menyelami lautan outcome sobat, sadari lebih mendalam apa yang sebenarnya kita inginkan. Menyadari Outcome memang memakan waktu hanya saja percayalah setelah menemukan Outcome segalanya menjadi menghemat waktu

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>