Not Only Speaking

0_25369_fff226b9_orig--atomicproNot only Speaking

High Impact Communication Skill Series -1-

Pertanyaan yang sering diajukan kepada saya ketika saya membawakan training bertema selling, training bertema NLP maupun Coaching adalah “Coach bagaimana cara bicara yang benar agar pelanggan/rekan kerja/anak mendengarkan kita ?”

Well, bagi saya ini sangat menarik. Kebanyakkan orang yang saya temui berpikir untuk bisa berkomunikasi efektif, mereka perlu mengetahui bagaimana cara berbicara yang efektif. Tak salah memang, hanya naluri bertanya Coach saya pun muncul, satu pertanyaan pembangkit awareness dalam diri saya terucap, “Lantas setelah mereka mempelajari teknik berbicara efektif apakah semerta-merta komunikasi mereka membaik ?”

Continue reading

WORKSHOP : The Art of Handling Objection with NLP

The art of Handling Objection with NLP 07

BAGAIMANA MENINGKATKATKAN PENJUALAN MINIMAL DUA KALI LIPAT DENGAN MENGUBAH PENOLAKAN DAN KEBERATAN MENJADI PENJUALAN ?

Familiar dengan hal-hal dibawah ini sobat :

  • Suara-suara penghambat dalam diri ketika melakukan penjualan ?
  • Di Tolak calon pembeli karena harga product terlalu mahal ?
  • Di Tolak calon pembeli karena lebih menyukain product competitor ?
  • Sulit meminta janji bertemu dengan potensial buyers ?
  • Angka penjualan yang tak kunjung meningkat karena banyaknya penolakan ? Continue reading

Distorsi dan Solusi

solution

(Seri 1 Tips Knowing YourSelf and Others with NLP)

Sobat pernahkah merasa mentok dan tak tahu lagi bagaimana solusinya ? Yakinilah sobat bahwa mentok itu hanyalah bagian dari perjalanan kita bukan akhir dari perjalanan kita. Ketika kita meyakini mentok itu adalah akhir dari perjalanan kita, otak kita akan berhenti berpikir mencari solusinya, alih-alih mendekatkan pada solusi otak kita malah akan menjauhkan kita dari solusi. Continue reading

Definisi Coaching (ICF Based)

icflogocl

Pencarian kata kunci “coaching” di google terus mengalami peningkatan jumlah orang yang mencarinya. Seolah ingin memanfaatkan trend ini atau memang sudah menyadari betapa efektifnya peningkatan dengan coaching, beberapa penyedia jasa training pun mulai menyertakan coaching services dalam bisnis mereka. Tak luput dari itu trend ini pun di ikuti dengan maraknya beberapa orang yang mulai menyebut dirinya sebagai coach.

Continue reading

Outcome, Antara Pikiran Sadar dan Bawah Sadar

between

Outcome, antara Pikiran Sadar dan Bawah Sadar

Pada awalnya saya berpikir dan berkeyakinan bahwa goal, outcome, dan keinginan seseorang terletak pada kesadarannya (consious). Sudut pandang berpikir inilah yang membuat saya keheranan dengan adanya orang yang tidak mengetahui goals mereka, adanya seseorang yang tidak mengetahui tujuan hidup mereka, adanya seseorang yang tidak tahu apa yang sebenarnya dia inginkan dalam hidup.

Lambat laun pemikiran tersebut mulai tergoyahkan, sesi-sesi coaching dan training yang saya lalui membuat saya mulai berpikir ulang atas keyakinan diatas. Dalam beberapa sesi coaching saya menemukan seseorang sulit menemukan apa yang betul-betul diinginkannya, ia sendiri tak tahu apa yang dituju, apa yang dinginkan, dalam hal ekstrim perlu 2-3 sesi coaching untuk memfasilitasi sahabat dengan model seperti ini. Menariknya kasus seperti ini tak hanya saya temukan satu atau dua kali, hanya sedikit sekali client dalam sesi coaching yang bisa menyatakan dengan jelas dan tepat outcomenya langsung diawal sesi. Perlu dilakukan eksplorasi mendalam dan creating awareness dalam dirinya untuk benar-benar memastikan apa sebenarnya outcome yang diinginkan. Menyikapi hal ini bisa kita lakukan dengan mengirimkan form Outcome dan refleksi berpikir terlebih dahulu kepada client sebelum dimulai sesi coaching.

Dalam pengalaman sesi training saya menemukan eksplorasi goal, tujuan hidup, dan keinginan hidup akan lebih mudah dilakukan dengan mengakses terlebih dahulu state lapang dan relaks. Ya jadi saya memfasilitasi para peserta untuk memunculkan tempat dimana mereka bisa lapang dan relaks berpikir, barulah setelah itu memikirkan goal, tujuan hidup, dan keinginan hidupnya 5 tahun mendatang. Tanpa mengakses state tersebut para peserta sulit untuk menemukan apa goal, tujuan hidup dan keinginannya untuk  5 tahun mendatang.

Michael Hall dalam salah satu modulnya meta coaching modul III “Coaching Mastery” menjabarkan bahwa struktur dasar sebuah sesi coaching adalah ; Introduction selama 2 sampai 3 menit, outcome 5 sampai dengan 60 menit, conversation 5 sampai dengan 60 menit, dan ending 3 sampai dengan 5 menit. Yang menarik adalah dalam alokasi untuk membahas outcome Micheal Hall menulis selain 5 sampai dengan 60 menit dalam kurung (what ever it takes) alias berapa lamapun waktu yang dibutuhkan. Secara tersirat menurut pemahaman saya penjelasan dalam kurung tersebut menggambarkan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk menggali outcome bisa lebih dari 60 menit dan juga menggambarkan betapa pentingnya menemukan outcome terlebih dahulu berapapun alokasi waktu yang dibutuhkan.

Apa iya mas selama itu menemukan goal, outcome, keinginan hidup seseorang ? Sederhananya mengucapkan apa yang diinginkan memang mudah hanya saja menemukan apa yang benar-benar diinginkan itu yang banyak tantangannya. Seringkali ditemukan apa yang diucap dan dicap sebagai keinginan oleh seseorang ternyata bukanlah hal yang benar-benar diinginkannya.

Dalam sebuah sesi coaching, saya pernah mendapati seorang client mengucapkan outcome nya adalah mengenali tujuan hidupnya, setelah mengeksplorasi lebih dalam dan membangkitakan awarenessnya ditemukanlah bahwa sesungguhnya ia sudah mengetahui tujuan hidupnya dan outcome sesungguhnya adalah meningkatkan kepercayaan dirinya untuk menggapai tujuan hidupnya. Pengalaman serupa juga terjadi kala seorang client mengatakan outcomenya adalah menemukan cara menabung dan setelah dieksplorasi lebih mendalam ternyata dia sudah tahu cara menabung dan yang dibutuhkannya adalah bagaimana mengendalikan pengeluaran belanja.

Dari sini saya mulai  berkesimpulan bahwa menemukan tujuan hidup, apa yang dinginkan dalam hidup butuh eksplorasi lebih mendalam dan peningkatan kesadaran diri dan juga kejujuran terhadap diri sendiri serta kenyamanan untuk mengungkap apa yang sesunggguhnya diinginkan. Dan saya pun mulai berpikir jangan-jangan outcome seseorang terletak dalam pikiran bawah sadarnya, sehingga memerlukan sebuah usaha untuk membawa outcome kepada kesadaran berpikir atau yang biasa kita kenal sebagai pikiran sadar, any way ini kesimpulan singkat saya loo, lum benar-benar diuji secara terukur.

So selamat menyelami lautan outcome sobat, sadari lebih mendalam apa yang sebenarnya kita inginkan. Menyadari Outcome memang memakan waktu hanya saja percayalah setelah menemukan Outcome segalanya menjadi menghemat waktu

 

 

Tips bertanya ala coaching

Tips Menggunakan Pertanyaan ‘Mengapa’ dengan Efektif

Bertanya ternyata tak hanya sekedar memunculkan sebuah jawaban, bertanya ternyata juga mendorong seseorang untuk berpikir entah suatu pikiran yang memberdayakan atau malah tidak memberdayakan. Dalam artikel singkat ini kita akan share tips bertanya dengan efektif yang memunculkan pikiran memberdayakan dengan menggunakan ‘mengapa’. Continue reading

Building Trust Dahulu Languange Pattern Kemudian

Beberapa waktu lalu ketika melakukan sales interview di sebuah perusahaan multinasional Indonesia. Saya menginterview para sales senior di perusahaan tersebut. Tujuan dari interview ini adalah untuk meneliti kata-kata (script) yang digunakan para sales senior untuk menclosing sales ataupun untuk menghandle situasi-situasi sulit, hasil interview ini akan dijadikan acuan untuk menciptakan sales script baku sebagai panduan sales-sales junior mereka.

Continue reading

Kesalahan Umum dalam Mendengarkan

(Seri Listening Skill)

Dalam artikel sebelumnya “satu mulut dua telinga”, insyaallah sudah banyak dibahas tentang pentingnya mendengarkan dalam berkomunikasi. (bagi yang belum membaca silahkan klik satu mulut dua telinga) Ya seringkali yang terjadi dalam suatu hubungan adalah keluhan pasangan akan minimnya ia dimengerti, tak luput jua dalam hal penjualan; batalnya pembelian sering disebabkan karna pembeli merasa tidak dipahami kebutuhan dan keinginannya.

Bercerita tentang masalah-masalah diatas, lantas membuat pikiran ini teringat  ketika berhadapan dengan anak, bukankah saat-saat dimana dia menceritakan masalahnya adalah saat dimana dia ingin didengar dan ingin mendapat perhatian lebih ??!! Namun, apa yang terjadi ? Seringkali hal itu luput dari kita, bukannya sibuk untuk mendengarkan dan memperhatikan mereka, kita malah lebih sibuk dengan pekerjaan kita, atau malah yang lebih parah lagi kita sibuk dengan kesalahan-kesalahan mereka, tak salah rasanya bila akhirnya anak mencari tempat lain untuk curhat persoalan sehari-hari dan itulah mengapa jejaring social begitu marak, karna ternyata disana mereka menemukan orang-orang yang lebih mendengarkan dan mengerti mereka.

Continue reading

Satu Mulut Dua Telinga

(Seri Coaching Aplikatif)

Rancangan hebat dibalik satu mulut dua telinga

Menarik sekali kala sedang bercermin dan melihat dengan jelas bahwa mulut ini Tuhan ciptakan satu dan telinga ini Tuhan ciptakan dua. Sejatinya segala penciptaan memiliki sebuah rancangan hebat dibalik nya, dan otak ini pun terus berputar mencari jawaban apa rancangan hebat dibalik satu mulut dua telinga ini.

Continue reading