Definisi Coaching (ICF Based)

icflogocl

Pencarian kata kunci “coaching” di google terus mengalami peningkatan jumlah orang yang mencarinya. Seolah ingin memanfaatkan trend ini atau memang sudah menyadari betapa efektifnya peningkatan dengan coaching, beberapa penyedia jasa training pun mulai menyertakan coaching services dalam bisnis mereka. Tak luput dari itu trend ini pun di ikuti dengan maraknya beberapa orang yang mulai menyebut dirinya sebagai coach.

Alison Griffiths dalam artikelnya yang berjudul Coaching for Career Enhancement menyebutkan bahwa angka terbaru yang dipublikasikan oleh Institute of Personnel Management Association in Public Personnel Management menyatakan bahwa dengan menggabungkan pelatihan dan coaching, produktivitas biasanya meningkat sebesar 88% dibandingkan dengan 22,4% jika hanya menggunakan pelatihan saja. Bahkan dalam banyak hal statistic dan pengalaman di banyak organisasi yang menggabungkan Coaching ke dalam program pelatihan interaktif mereka dampak yang akan dicapai dapat diperbesar hingga tiga kali lipat atau 300%.

Seperti apakah coaching yang dimaksud diatas sehingga bisa berdampak pada hasil sampai dengan tiga kali lipat ? Apakah proses coaching yang kita lakukan sudah bisa disebut dengan coaching ? Apa saja guidelines seorang professional Coach dalam melakukan aktifitasnya agar tetap berada dalam ranah coaching yang memberdayakan ? Menjawab itu semua saya mencoba menghadirkan beberapa definisi coaching dari beberapa lembaga atau pribadi yang menurut saya kompeten untuk menjelaskan apa itu coaching. Dalam definisi tersebut saya berusaha menambahkan beberapa pemahaman berdasar pengalaman dan pembelajaran saya. Yuk langsung kita simak.

 

Definisi Coaching Menurut ICF (International Coach Federation)

“Coaching is partnering with clients in a thought-provoking and creative process that inspires them to maximize their personal and professional potential.”

-ICF (International Coaching Federation)

Coaching adalah sebuah bentuk kerjasama dengan klien ( Coachee ) dalam menstimulasi pikiran dan proses yang kreatif dalam diri klien , sehingga dapat menginspirasinya untuk memaksimalkan potensi, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam karier profesionalnya.

Pertama-tama saya mengutip definisi coaching dari ICF (International Coaching Federation) karna organinsasi non profit yang berdiri sejak 1995 ini sudah memiliki 20.000 coach yang bersandar atasnya. Sampai dengan saat ini ICF terus menelurkan karya-karya ilmiah, jurnal, dan artikel tentang coaching. Organisasi ini termasuk salah satu organisasi non profit coaching yang terbesar. Ingin tahu lebih banyak tentang ICF monggo mampir di webnya http://www.coachfederation.org/

Menilik dari kacamata ICF dalam mendefinisikan sebuah sesi coaching saya memahami bahwa :

  • Coaching adalah sebuah bentuk kerjasama antara seorang coach dengan kliennya, dimana hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah sesi coaching tidaklah hanya bergantung kepada peran coach namun juga peran dari kliennya. Karna itu sejatinya dalam sebuah program coaching, seorang coach tidak bisa menjanjikan hasil yang pasti, memberi gambaran kemungkinan hasil kenaikkan kinerja bisa saja dilakukan, namun menjanjikan sebuah hasil yang pasti dan mengikut sertakan janji tersebut dalam kontrak coaching tentu jauh dari attitude seorang professional coach.

 

  • Hasil sebuah sesi coaching bergantung kepada klien itu sendiri. Tidak ada seorang pun  di dunia ini yang dapat menjamin kesuksessan Anda, karna keputusan dan tanggung jawab untuk sukses Anda ada di tangan Anda sendiri. Kegagalan sebuah program coaching sudah tercipta kala klien menggantungkan kesuksessannya kepada coach. Seorang professional coach dituntut mampu membangun kemandirian kliennya, hal ini menjadi salah satu pilar keberhasilan program coaching.

 

  • Tugas utama seorang coach. Seorang Profesional Coach menstimulasi pikiran atau ide klien, bukan mengajarkan sebuah pemikiran dan ide kepada klien. diSinilah terlihat dengan jelas perbedaan antara seorang trainer dengan seorang coach. Trainer mengajarkan sebuah pemikiran dan ide, Coach menstimulasi pemikiran dan ide tersebut agar keluar dari diri klien bukan dari coach. Karna itu seorang professional coach sejatinya tidak boleh mudah terjebak untuk sedikit-sedikit memberi solusi kepada klien. Loh Coach bagaimana kalau kliennya sudah mentok dan tidak tahu lagi mesti ngapain ? Sederhana saja ajak mereka berpikir dimana mereka bisa belajar atau mengetahui solusinya, hanya saja benar-benar identifikasi dulu, apakah kliennya benar-benar sudah mentok atau malah Coachnya yang sudah mentok tidak tahu bagaimana lagi caranya menstimulasi pikiran atau ide klien ?!

 

  • Output sebuah sesi coaching. Output dari sebuah sesi coaching adalah terinspirasinya klien untuk bisa memaksimalkan potensi dalam dirinya. Perjalanan inspirasinya inilah dengan difasilitasi seorang coach akan menuntun klien mewujudkan potensinya menjadi kompetensi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>