Not Only Speaking

0_25369_fff226b9_orig--atomicproNot only Speaking

High Impact Communication Skill Series -1-

Pertanyaan yang sering diajukan kepada saya ketika saya membawakan training bertema selling, training bertema NLP maupun Coaching adalah “Coach bagaimana cara bicara yang benar agar pelanggan/rekan kerja/anak mendengarkan kita ?”

Well, bagi saya ini sangat menarik. Kebanyakkan orang yang saya temui berpikir untuk bisa berkomunikasi efektif, mereka perlu mengetahui bagaimana cara berbicara yang efektif. Tak salah memang, hanya naluri bertanya Coach saya pun muncul, satu pertanyaan pembangkit awareness dalam diri saya terucap, “Lantas setelah mereka mempelajari teknik berbicara efektif apakah semerta-merta komunikasi mereka membaik ?”

Pengalaman saya ketika melatih kalimat penjualan hypnotic, saya membagi dua kategori peserta, peserta kategori pertama adalah peserta yang dilatih kalimat hypnotic tanpa dilatih teknik mendengarkan efektif. Peserta kategori kedua adalah peserta yang dilatih teknik mendengarkan dahulu baru teknik kalimat hypnotic kemudian.

Hasilnya peserta yang dilatih teknik kalimat penjualan hypnotic hanyalah menjadi penembak brutal closing dimana tak satu pun jitu tepat mengenai hati pelanggan. Lain cerita dengan peserta yang dilatih teknik mendengarkan efektif terlebih dahulu. Mereka menjadi penembak sniper yang meski hanya mengeluarkan satu peluru, namun cukup membuat pelanggan tergerak hatinya memahami value suatu produk dan membelinya.

Tak sedikit saya dibuat terheran, mendapat WhatsApp dari para alumni, “Coach Alhamdulillah saya kemarin closing pakai pola kalimat A, hanya satu kalimat coach, saya dengarkan, merasakan empati atas valuenya lalu meluncurkan pola hypnotic A seperti di kelas, dan Alhamdulilah closing”. Dan untuk catatan closing beliau adalah untuk prospek B to B, dalam hal ini beliau menyakinkan kepala cabang menggunakan product beliau untuk cabangnya hanya dengan satu pola kalimat. Wow ga salah coach satu kalimat ? Yes satu kalimat, dengan catatan kalimat tersebut didesign setelah alumni saya mendengarkan secara efektif.

Beberapa alumni lain pun menceritakan hal serupa kepada saya, inilah yang akhirnya membuat saya berkesimpulan bahwa

“Kemampuan berbicara yang baik dimulai dari kemampuan dan kemauan mendengarkan”

Karna komunikasi tak hanya tentang berbicara, berbicara hanyalah satu dari sekian keterampilan lainnya dalam berkomunikasi, komunikasi juga adalah tentang mendengarkan, bertanya, memberikan feedback, menerima kritik, dan masih banyak lagi keterampilan-keterampilan komunikasi efektif lainnya. Saya berharap Anda tidak terjebak dengan suatu kesimpulan praktis bahwa komunikasi yang baik adalah berbicara yang baik.

InsyaAllah dalam artikel lainnya saya akan berbagi mengenai High Impact Communication Skill lainnya. Silahkan diSimak terus artikel seri High Communication Skill lainnya. Bagi sobat yang ingin like and share artikel ini, feel free.

 

Salam Connected

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>